This analysis is result from observation about spirit symptom a student junior high school with give example mathematics question and dialogue:
1. Question :
(Pythagoras theorem)
T
C
B
A
(picture pyramid)
At pyramid T. ABC, if length BC = 25 cm, AB = 24 cm, and TC = √ 51 cm.
a) How length AC, AT, and BT
b) Indication that < TAB right angle
The solution:
a. We must remember formula Pythagoras theorem
Formula Pythagoras theorem is
a2 = b2 + c2
b2 = a2 – c2
c2 = a2 – b2
Length AC is...7... cm
AC2 = CB2 – BA2
AC2 = 252 - 242
AC2 = 49
AC = 7
Length AT is…10... cm
AT2 = TC2 + CA2
AT2 = √512 +72
AT2 = 100
AT = 10
Length BT is...26… cm
BT2 = TC2 +CB2
BT2 = √512 + 252
BT2 = 676
BT = 26
b. Requisite to < TAB right angle
If condition
BT2 = AB2 + AT2
262 = 242 + 102
676 = 676
So, < TAB right angle
2. Respondent:
Name : Rochana Apriyanti
Place of birth : Cilacap
Date of birth : 25 April 1995
Address : Jl. Sadang no 5 RT 03 RW 07 Gumilir-Cilacap
Class : Eight D
School : SMP N 5 Cilacap
The event in Rochana home at 20.30 pm
Respondent Answer:
a. How length AC, AT, and BT
Length AC is…7…cm
AC2 = CB2 – AB2
AC2 = 252 - 242
AC2 = 625 - 576
AC2 = 49
AC = √49
AC = 7
Length AT is…10...cm
AT2 = TC2 + CA2
AT2 = √512 +72
AT2 = 51 + 49
AT2 = 100
AT = √100
AT = 10
Length BT is…26...cm
BT2 = TC2 +CB2
BT2 = √512 + 252
BT2 = 51 + 625
BT2 = 676
BT = √676
BT = 26
b. Indication that < TAB right angle
BT2 = AB2 + AT2
262 = 242 + 102
676 = 676
So, < TAB right angle
3. Question in dialogue and answer from respondent:
a. In your opinion, the mathematics question is difficult, medium or easy? Why?
b. How long time you study mathematics at home?
c. At home, who help you study mathematics a moment you feel difficult?
d. How you are feeling after finishing the question?
e. Have you follow extracurricular tutorial lesson mathematics at home? Why?
f. What application mathematics in daily live?
g. What you like mathematics?
h. How your teacher teaching mathematics?
i When you know mathematics?
j. What you agree if mathematics said difficult lesson?
Answer from respondent:
a. The question is easy. The question suitable to second class or now to class eight junior high school because the teacher already teach theorem Pythagoras in this class.
b. 1, 5 hours.
c. My sister.
d. I feel happy because I can finish this question.
e. Yes, I have. Because with follow extracurricular tutorial lesson mathematics I can more understand lesson mathematics.
f. Application mathematics in daily live is to know the distance between city with calculation, mathematics application in calculation of trade etc.
g. I like mathematics because I interesting with lesson mathematics.
h. The teacher teach mathematics attractive and explain, I enjoy accept this lesson.
i. Since me in kindergarten, I know mathematics.
j. I disagree because if we diligent study mathematics we sure and like mathematics we can enjoy to accept lesson mathematics.
4. Conclusion
Based on observation with dialogue to student junior high school, we know that question given for respondent included easy question because the teacher already teach theorem Pythagoras. At home, sister helps study mathematics a moment student feels difficult. With follow extracurricular tutorial lesson mathematics student more understand lesson mathematics. In the problem, respondent disagree if mathematics said difficult because mathematics is easy if we diligent but mathematics is difficult if we lazy to study mathematics. Mathematics cans application in daily lives example to know the distance between cities with calculation, mathematics application in calculation of trade, etc. The opinion that mathematics is difficult can lose.
The result of dialogue and given mathematics question for respondent can point at mathematics is not difficult. The problem in theorem Pythagoras can finishing, so can lost opinion that mathematics is difficult. In conclusion, mathematics is not difficult for second class or now class eight junior high school and they like mathematics.
Jumat, 09 Januari 2009
Dalam perkuliahan Pak Marsigit terdapat istilah-istilah yang berhubungan dengan psikologi antara lain :
a. Persepsi : Proses pemahaman ataupun pemberian makna atas suatu informasi terhadap stimulus. Stimulus didapat dari proses penginderaan terhadap objek, peristiwa, atau hubungan- hubungan antar gejala yang selanjutnya diproses oleh otak. Proses kognisi dimulai dari presepsi.
b. Sense: Berhubungan dengan indera atau panca indera. Selain itu sense juga bisa dikatakan sebagai penghargaan terhadap sesuatu.
c. Apersepsi: Suatu gejala jiwa yang dialami apabila kesan baru masuk ke dalam kesadaran seseorang dan berjalin dengan kesan-kesan lama yang sudah dimiliki disertai proses pengolahan sehingga menjadi kesan yang lebih luas.(http://santridaruz.blogspot.com/2008/05/metodik-didaktik.html)
d. Ruang: Suatu tempat yang memiliki sekat atau pemisah yang memisahkan antara satu tempat ke tempat lain.
e. Waktu: adalah seluruh rangkaian saat ketika proses, perbuatan atau keadaan berada atau berlangsung. Dalam hal ini, skala waktu merupakan interval antara dua buah keadaan/kejadian, atau bisa merupakan lama berlangsungnya suatu kejadian.
f. Consept: adalah abstrak, entitas mental yang universal yang menunjuk pada kategori atau kelas dari suatu entitas, kejadian atau hubungan.
g. Intuisi: adalah istilah untuk kemampuan memahami sesuatu tanpa melalui penalaran rasional dan intelektualitas. Sepertinya pemahaman itu tiba-tiba saja datangnya dari dunia lain dan diluar kesadaran.
h. Empiric: berarti suatu keadaan yang bergantung pada bukti atau konsekuensi yang teramati oleh indera. Data empiris berarti data yang dihasilkan dari percobaan atau pengamatan.
i. The analytic-synthetic is a conceptual distinction, used primarily in philosophy to distinguish propositions into two types: analytic propositions and synthetic propositions.
j. Apriori: secara harafiah berarti "sejak yang pertama". Frasa ini digunakan sebagai sinonim untuk metoda penalaran Deduktif.
k. Aposteriori: secara harafiah berarti "dari yang terakhir". Frasa ini digunakan sebagai sinonim untuk metoda penalaran Induktif.
l. Berfikir: adalah berbicara dengan diri sendiri mempertimbangkan, menganalisa dan membuktikan, bertanya mengapa dan untuk apa sesuatu terjadi.
m. Judgment: adalah evaluasi mengambil keputusan.
n. Category: berhubungan dengan struktur matematika dan hubungan antar struktur tersebut secara abstrak. Saat ini kategori digunakan dalam matematika, informatika teori, dan fisika matematis.
o. Abstract: adalah suatu kumpulan entitas tak terdefinisi (Inggris: undefined terms) yang didefinisikan secara umum (atau secara universal) melalui berbagai aksioma atau postulat.
p. Pluralism: is used, often in different ways, across a wide range of topics to denote a diversity of views, and stands in opposition to one single approach or method of interpretation.
q. Material: Bahan-bahan yang di butuhkan dalam perkuliahan.
r. Formal: Resmi atau sesuai dengan yang sudah di tentukan, misalnya sekolah formal yaitu sekolah yang resmi sebagaimana yang telah di sepakati oleh peraturan yaitu memakai seragam.
s. Normative: Berdasarkan norma atau kaidah.
t. Transcend: Melebihi
u. Univocal:
v. Isomorphism: Sejenis pemetaan tertentu dari satu kumpulan ke kumpulan. Dua kumpulan yang berbeda boleh dikatakan “sama” dengan menggunakan istilah yang berlainan, yang mana kumpulan-kumpulan tersebut boleh dihubungkan dengan pemetaan tersebut. (Aljabar Modern oleh Nor Haniza Sarmin)
w. Spiritual: Secara etimologi kata “sprit” berasal dari kata Latin “spiritus”, yang diantaranya berarti “roh, jiwa, sukma, kesadaran diri, wujud tak berbadan, nafas hidup, nyawa hidup.” Dalam perkembangannya, selanjutnya kata spirit diartikan secara lebih luas lagi. Para filosuf, mengonotasian “spirit” dengan (1) kekuatan yang menganimasi dan memberi energi pada cosmos, (2) kesadaran yang berkaitan dengan kemampuan, keinginan, dan intelegensi, (3) makhluk immaterial, (4) wujud ideal akal pikiran (intelektualitas, rasionalitas, moralitas, kesucian atau keilahian).
Dilihat dari bentuknya, spirit menurut Hegel, paling tidak ada tiga tipe : subyektif, obyektif dan obsolut. Spirit subyektif berkaitan dengan kesadaran, pikiran, memori, dan kehendak individu sebagai akibat pengabstraksian diri dalam relasi sosialnya. Spirit obyektif berkaitan dengan konsep fundamental kebenaran (right, recht), baik dalam pengertian legal maupun moral. Sementara spirit obsolut yang dipandang Hegel sebagai tingkat tertinggi spirit-adalah sebagai bagian dari nilai seni, agama, dan filsafat.
Secara psikologik, spirit diartikan sebagai “soul” (ruh), suatu makhluk yang bersifat nir-bendawi (immaterial being). Spirit juga berarti makhluk adikodrati yang nir-bendawi. Karena itu dari perspektif psikologik, spiritualitas juga dikaitkan dengan berbagai realitas alam pikiran dan perasaan yang bersifat adikodrati, nir-bendawi, dan cenderung “timeless & spaceless”. Termasuk jenis spiritualitas adalah Tuhan, jin, setan, hantu, roh-halus, nilai-moral, nilai-estetik dan sebagainya. Spiritualitas agama (religious spirituality, religious spiritualness) berkenaan dengan kualitas mental (kesadaran), perasaan, moralitas, dan nilai-nilai luhur lainnya yang bersumber dari ajaran agama. Spiritualitas agama bersifat Ilahiah, bukan bersifat humanistik lantaran berasal dari Tuhan. (http://sulaiman.blogdetik.com/category/spiritual/)
Istilah-istilah di atas adalah beberapa istilah yang ada dalam pembelajaran psikologi Pak Marsigit, semoga bermanfaat bagi kita semua.
Referensi
www.google.com
(http://sulaiman.blogdetik.com/category/spiritual/)
(Aljabar Modern oleh Nor Haniza Sarmin)
(http://santridaruz.blogspot.com/2008/05/metodik-didaktik.html)
b. Sense: Berhubungan dengan indera atau panca indera. Selain itu sense juga bisa dikatakan sebagai penghargaan terhadap sesuatu.
c. Apersepsi: Suatu gejala jiwa yang dialami apabila kesan baru masuk ke dalam kesadaran seseorang dan berjalin dengan kesan-kesan lama yang sudah dimiliki disertai proses pengolahan sehingga menjadi kesan yang lebih luas.(http://santridaruz.blogspot.com/2008/05/metodik-didaktik.html)
d. Ruang: Suatu tempat yang memiliki sekat atau pemisah yang memisahkan antara satu tempat ke tempat lain.
e. Waktu: adalah seluruh rangkaian saat ketika proses, perbuatan atau keadaan berada atau berlangsung. Dalam hal ini, skala waktu merupakan interval antara dua buah keadaan/kejadian, atau bisa merupakan lama berlangsungnya suatu kejadian.
f. Consept: adalah abstrak, entitas mental yang universal yang menunjuk pada kategori atau kelas dari suatu entitas, kejadian atau hubungan.
g. Intuisi: adalah istilah untuk kemampuan memahami sesuatu tanpa melalui penalaran rasional dan intelektualitas. Sepertinya pemahaman itu tiba-tiba saja datangnya dari dunia lain dan diluar kesadaran.
h. Empiric: berarti suatu keadaan yang bergantung pada bukti atau konsekuensi yang teramati oleh indera. Data empiris berarti data yang dihasilkan dari percobaan atau pengamatan.
i. The analytic-synthetic is a conceptual distinction, used primarily in philosophy to distinguish propositions into two types: analytic propositions and synthetic propositions.
j. Apriori: secara harafiah berarti "sejak yang pertama". Frasa ini digunakan sebagai sinonim untuk metoda penalaran Deduktif.
k. Aposteriori: secara harafiah berarti "dari yang terakhir". Frasa ini digunakan sebagai sinonim untuk metoda penalaran Induktif.
l. Berfikir: adalah berbicara dengan diri sendiri mempertimbangkan, menganalisa dan membuktikan, bertanya mengapa dan untuk apa sesuatu terjadi.
m. Judgment: adalah evaluasi mengambil keputusan.
n. Category: berhubungan dengan struktur matematika dan hubungan antar struktur tersebut secara abstrak. Saat ini kategori digunakan dalam matematika, informatika teori, dan fisika matematis.
o. Abstract: adalah suatu kumpulan entitas tak terdefinisi (Inggris: undefined terms) yang didefinisikan secara umum (atau secara universal) melalui berbagai aksioma atau postulat.
p. Pluralism: is used, often in different ways, across a wide range of topics to denote a diversity of views, and stands in opposition to one single approach or method of interpretation.
q. Material: Bahan-bahan yang di butuhkan dalam perkuliahan.
r. Formal: Resmi atau sesuai dengan yang sudah di tentukan, misalnya sekolah formal yaitu sekolah yang resmi sebagaimana yang telah di sepakati oleh peraturan yaitu memakai seragam.
s. Normative: Berdasarkan norma atau kaidah.
t. Transcend: Melebihi
u. Univocal:
v. Isomorphism: Sejenis pemetaan tertentu dari satu kumpulan ke kumpulan. Dua kumpulan yang berbeda boleh dikatakan “sama” dengan menggunakan istilah yang berlainan, yang mana kumpulan-kumpulan tersebut boleh dihubungkan dengan pemetaan tersebut. (Aljabar Modern oleh Nor Haniza Sarmin)
w. Spiritual: Secara etimologi kata “sprit” berasal dari kata Latin “spiritus”, yang diantaranya berarti “roh, jiwa, sukma, kesadaran diri, wujud tak berbadan, nafas hidup, nyawa hidup.” Dalam perkembangannya, selanjutnya kata spirit diartikan secara lebih luas lagi. Para filosuf, mengonotasian “spirit” dengan (1) kekuatan yang menganimasi dan memberi energi pada cosmos, (2) kesadaran yang berkaitan dengan kemampuan, keinginan, dan intelegensi, (3) makhluk immaterial, (4) wujud ideal akal pikiran (intelektualitas, rasionalitas, moralitas, kesucian atau keilahian).
Dilihat dari bentuknya, spirit menurut Hegel, paling tidak ada tiga tipe : subyektif, obyektif dan obsolut. Spirit subyektif berkaitan dengan kesadaran, pikiran, memori, dan kehendak individu sebagai akibat pengabstraksian diri dalam relasi sosialnya. Spirit obyektif berkaitan dengan konsep fundamental kebenaran (right, recht), baik dalam pengertian legal maupun moral. Sementara spirit obsolut yang dipandang Hegel sebagai tingkat tertinggi spirit-adalah sebagai bagian dari nilai seni, agama, dan filsafat.
Secara psikologik, spirit diartikan sebagai “soul” (ruh), suatu makhluk yang bersifat nir-bendawi (immaterial being). Spirit juga berarti makhluk adikodrati yang nir-bendawi. Karena itu dari perspektif psikologik, spiritualitas juga dikaitkan dengan berbagai realitas alam pikiran dan perasaan yang bersifat adikodrati, nir-bendawi, dan cenderung “timeless & spaceless”. Termasuk jenis spiritualitas adalah Tuhan, jin, setan, hantu, roh-halus, nilai-moral, nilai-estetik dan sebagainya. Spiritualitas agama (religious spirituality, religious spiritualness) berkenaan dengan kualitas mental (kesadaran), perasaan, moralitas, dan nilai-nilai luhur lainnya yang bersumber dari ajaran agama. Spiritualitas agama bersifat Ilahiah, bukan bersifat humanistik lantaran berasal dari Tuhan. (http://sulaiman.blogdetik.com/category/spiritual/)
Istilah-istilah di atas adalah beberapa istilah yang ada dalam pembelajaran psikologi Pak Marsigit, semoga bermanfaat bagi kita semua.
Referensi
www.google.com
(http://sulaiman.blogdetik.com/category/spiritual/)
(Aljabar Modern oleh Nor Haniza Sarmin)
(http://santridaruz.blogspot.com/2008/05/metodik-didaktik.html)
Metode Kuantitatif
Dalam pengambilan keputusan, terdapat dua macam pendekatan yaitu dengan melalui pendekatan kualitatif dan pendekatan kuantitatif. Di sini akan kita bahas mengenai pendekatan kuantitatif. Menurut Nurul Indiarti ,pendekatan kuantitatif mendasarkan keputusan pada penilaian obyektif yang didasarkan pada model matematika yang dibuat. Pada umumnya pendekatan kuantitatif pada pengambilan keputusan yang menggunakan model matematika sudah ditemukan oleh manusia sejak dahulu bisa dikatakan ribuan tahun yang lalu manusia sudah menemukan pengambilan keputusan yang menggunakan model matematika. Salah satu aplikasi matematika adalah untuk pengambilan keputusan. Sebagai contoh sederhana, bagaimana mengatur meja dan kursi sekolah dengan ukuran tertentu ke dalam sebuah ruangan kelas dengan ukuran tertentu pula.
Proses dari metode kuantitatif
Secara umum, semua metode kuantitatif akan mengkonversikan data mentah menjadi informasi yang bermanfaat untuk pengambilan keputusan dari:
RAW MATERIAL -> ANALISIS KUANTITATIF -> INFORMASI YANG BERGUNA.
(http://nurulindarti.wordpress.com/2007/06/21/metode-kuantitatif-penting-kah/)
Langkah- langkah pengambilan keputusan
Mendefinisikan Masalah. Secara sederhana, masalah merupakan perbedaan (gap) antara situasi yang diinginkan dengan kenyataan yang ada. Jika seorang mahasiswa menginginkan sesuatu misalnya IPK semester ini 3.7, tetapi hasil yang didapat hanya 3.5 atau bisa dikatakan kurang dari hasil yang di targetkan. Maka mahasiswa tersebut mengalami atau menghadapi masalah.Langkah pengambilan keputusan dilakukan untuk mengurangi atau menghilangkan perbedaan yang ada antara yang diharapkan dengan kanyataan yang terjadi.
Mengembangkan model. Model adalah representasi dari sebuah situasi nyata. Model dapat dikembangkan dalam berbagai bentuk; seperti model fisik, logika, atau matematika Sebagai contoh dari model fisik yaitu miniatur bis, miniatur mobil dsb.
Mengumpulkan data. Data yang didapat harus akurat.Data yang akurat sangat penting untuk menjamin analisis kuantitatif yang dilakukan menghasilkan seperti yang diinginkan. Sumber data untuk pengujian model bisa berupa laporan-laporan misalnya laporan-laporan suatu perusahaan tertentu yang berupa laporan keuangan,hasil wawancara obyek yang sedang diteliti,hasil sampling statistik dan pengukuran langsung di lapangan.
Membuat solusi. Solusi yang diambil dalam pendekatan kuantitatif dilakukan dengan memanipulasi model dan dengan masukan data yang dihasilkan pada langkah sebelumnya. Metode yang digunakan dalam membuat solusi yaitu seperti memecahkan persamaan (model matematika), menggunakan pendekatantrial and error dengan data masukan yang berbeda-beda untuk menghasilkan solusi ”terbaik”. Dengan menggunakan metode apapun, solusi yang dihasilkan haruslah praktis (practical) dan dapat diterapkan (implementable).
Menguji solusi. Pengujian harus dilakukan, baik pada model ataupun pada data masukan agar solusi yang dihasilkan merupakan solusi yang terbaik. Pengujian dilakukan untuk melihat akurasi (accuracy) dan kelengkapan model dan data yang digunakan dengan cara, data yang diperoleh dari berbagai sumber dapat dimasukkan ke dalam model dan hasilnya dibandingkan.
Menganalisis hasil. Analisis hasil dilakukan untuk memahami langkah-langkah yang harus dilakukan jika sebuah keputusan telah dipilih. Implikasi langkah-langkah yang dilalukan juga harus dianalisis. Dalam langkah ini analisis sensitivitas (sensitivity analysis) menjadi sangat penting. Analisis sensitivitas dilakukan dengan mengubah nilai-nilai masukan model dan melihat perbedaan apa yang terjadi pada hasil.
Mengimplementasikan hasil. Langkah implementasi ini dilakukan dengan menerapkan hasil analisis ke dalam proses-proses yang terdapat dalam perusahaan. Langkah ini adalah memonitor hasil dari penerapan solusi.
(http://nurulindarti.wordpress.com/2007/06/21/metode-kuantitatif-penting-kah/)
Referensi
www.google.com
(http://nurulindarti.wordpress.com/2007/06/21/metode-kuantitatif-penting-kah/)
Proses dari metode kuantitatif
Secara umum, semua metode kuantitatif akan mengkonversikan data mentah menjadi informasi yang bermanfaat untuk pengambilan keputusan dari:
RAW MATERIAL -> ANALISIS KUANTITATIF -> INFORMASI YANG BERGUNA.
(http://nurulindarti.wordpress.com/2007/06/21/metode-kuantitatif-penting-kah/)
Langkah- langkah pengambilan keputusan
Mendefinisikan Masalah. Secara sederhana, masalah merupakan perbedaan (gap) antara situasi yang diinginkan dengan kenyataan yang ada. Jika seorang mahasiswa menginginkan sesuatu misalnya IPK semester ini 3.7, tetapi hasil yang didapat hanya 3.5 atau bisa dikatakan kurang dari hasil yang di targetkan. Maka mahasiswa tersebut mengalami atau menghadapi masalah.Langkah pengambilan keputusan dilakukan untuk mengurangi atau menghilangkan perbedaan yang ada antara yang diharapkan dengan kanyataan yang terjadi.
Mengembangkan model. Model adalah representasi dari sebuah situasi nyata. Model dapat dikembangkan dalam berbagai bentuk; seperti model fisik, logika, atau matematika Sebagai contoh dari model fisik yaitu miniatur bis, miniatur mobil dsb.
Mengumpulkan data. Data yang didapat harus akurat.Data yang akurat sangat penting untuk menjamin analisis kuantitatif yang dilakukan menghasilkan seperti yang diinginkan. Sumber data untuk pengujian model bisa berupa laporan-laporan misalnya laporan-laporan suatu perusahaan tertentu yang berupa laporan keuangan,hasil wawancara obyek yang sedang diteliti,hasil sampling statistik dan pengukuran langsung di lapangan.
Membuat solusi. Solusi yang diambil dalam pendekatan kuantitatif dilakukan dengan memanipulasi model dan dengan masukan data yang dihasilkan pada langkah sebelumnya. Metode yang digunakan dalam membuat solusi yaitu seperti memecahkan persamaan (model matematika), menggunakan pendekatantrial and error dengan data masukan yang berbeda-beda untuk menghasilkan solusi ”terbaik”. Dengan menggunakan metode apapun, solusi yang dihasilkan haruslah praktis (practical) dan dapat diterapkan (implementable).
Menguji solusi. Pengujian harus dilakukan, baik pada model ataupun pada data masukan agar solusi yang dihasilkan merupakan solusi yang terbaik. Pengujian dilakukan untuk melihat akurasi (accuracy) dan kelengkapan model dan data yang digunakan dengan cara, data yang diperoleh dari berbagai sumber dapat dimasukkan ke dalam model dan hasilnya dibandingkan.
Menganalisis hasil. Analisis hasil dilakukan untuk memahami langkah-langkah yang harus dilakukan jika sebuah keputusan telah dipilih. Implikasi langkah-langkah yang dilalukan juga harus dianalisis. Dalam langkah ini analisis sensitivitas (sensitivity analysis) menjadi sangat penting. Analisis sensitivitas dilakukan dengan mengubah nilai-nilai masukan model dan melihat perbedaan apa yang terjadi pada hasil.
Mengimplementasikan hasil. Langkah implementasi ini dilakukan dengan menerapkan hasil analisis ke dalam proses-proses yang terdapat dalam perusahaan. Langkah ini adalah memonitor hasil dari penerapan solusi.
(http://nurulindarti.wordpress.com/2007/06/21/metode-kuantitatif-penting-kah/)
Referensi
www.google.com
(http://nurulindarti.wordpress.com/2007/06/21/metode-kuantitatif-penting-kah/)
Komentar terhadap Makalah Dr. Marsigit yang Disampaikan dalam Seminar Sehari dengan Tema “Nilai Luhur Bangsa dan Pembelajaran Matematika di Sekolah da
Makalah yang telah disusun oleh Dr. Marsigit sangat menarik untuk di baca dan memberikan sebuah masukan yang berarti kepada guru matematika atau mahasiswa jurusan pendidikan matematika yang nantinya akan menjadi seorang guru matematika. Makalah ini membahas tentang Reformasi di segala bidang masihkah diperlukan yang memuat poin-poin penting seperti reformasi pendidikan sudahkah cukup, reformasi paradigma pendidikan. Menggali dan mengembangkan nilai-nilai matematika yang memuat poin-poin penting seperti pendekatan ontologis untuk menjelaskan matematika, pendekatan epistemologis untuk menjelaskan matematika, pendekatan aksiologis untuk menjelaskan matematika dan menuju standar internasional yang di dalam pembahasannya memuat poin-poin yang penting. Untuk memperoleh predikat standar internasional suatu institusi dalam pendidikan atau sekolah harus mencapai kriteria internasional yang sudah di tetapkan dan menjadi acuan dalam memberikan predikat standar internasional.
Menurut saya, makalah yang disusun oleh Dr. Marsigit menggunakan bahasa yang menarik dan pemberian judul yang juga menarik karena dari judulnya membuat penasaran para pembaca untuk membaca makalah tersebut. Di dalam makalah yang telah disusun oleh Dr. Marsigit terdapat banyak informasi dan pengetahuan yang sangat bermanfaat bagi guru matematika, mahasiswa jurusan pendidikan matematika atau bisa dikatakan calon guru matematika, dan para pembaca yang haus akan informasi dan pengetahuan. Dan diharapkan lagi akan ada makalah-makalah yang di susun oleh Dr. Marsigit yang menarik dan isinya memuat informasi dan pengetahuan yang sangat dibutuhkan oleh generasi penerus bangsa pada masa sekarang ini.
Menurut saya, makalah yang disusun oleh Dr. Marsigit menggunakan bahasa yang menarik dan pemberian judul yang juga menarik karena dari judulnya membuat penasaran para pembaca untuk membaca makalah tersebut. Di dalam makalah yang telah disusun oleh Dr. Marsigit terdapat banyak informasi dan pengetahuan yang sangat bermanfaat bagi guru matematika, mahasiswa jurusan pendidikan matematika atau bisa dikatakan calon guru matematika, dan para pembaca yang haus akan informasi dan pengetahuan. Dan diharapkan lagi akan ada makalah-makalah yang di susun oleh Dr. Marsigit yang menarik dan isinya memuat informasi dan pengetahuan yang sangat dibutuhkan oleh generasi penerus bangsa pada masa sekarang ini.
Langganan:
Komentar (Atom)
