Jumat, 09 Januari 2009

Dalam perkuliahan Pak Marsigit terdapat istilah-istilah yang berhubungan dengan psikologi antara lain :

a. Persepsi : Proses pemahaman ataupun pemberian makna atas suatu informasi terhadap stimulus. Stimulus didapat dari proses penginderaan terhadap objek, peristiwa, atau hubungan- hubungan antar gejala yang selanjutnya diproses oleh otak. Proses kognisi dimulai dari presepsi.
b. Sense: Berhubungan dengan indera atau panca indera. Selain itu sense juga bisa dikatakan sebagai penghargaan terhadap sesuatu.
c. Apersepsi: Suatu gejala jiwa yang dialami apabila kesan baru masuk ke dalam kesadaran seseorang dan berjalin dengan kesan-kesan lama yang sudah dimiliki disertai proses pengolahan sehingga menjadi kesan yang lebih luas.(http://santridaruz.blogspot.com/2008/05/metodik-didaktik.html)
d. Ruang: Suatu tempat yang memiliki sekat atau pemisah yang memisahkan antara satu tempat ke tempat lain.
e. Waktu: adalah seluruh rangkaian saat ketika proses, perbuatan atau keadaan berada atau berlangsung. Dalam hal ini, skala waktu merupakan interval antara dua buah keadaan/kejadian, atau bisa merupakan lama berlangsungnya suatu kejadian.
f. Consept: adalah abstrak, entitas mental yang universal yang menunjuk pada kategori atau kelas dari suatu entitas, kejadian atau hubungan.
g. Intuisi: adalah istilah untuk kemampuan memahami sesuatu tanpa melalui penalaran rasional dan intelektualitas. Sepertinya pemahaman itu tiba-tiba saja datangnya dari dunia lain dan diluar kesadaran.
h. Empiric: berarti suatu keadaan yang bergantung pada bukti atau konsekuensi yang teramati oleh indera. Data empiris berarti data yang dihasilkan dari percobaan atau pengamatan.
i. The analytic-synthetic is a conceptual distinction, used primarily in philosophy to distinguish propositions into two types: analytic propositions and synthetic propositions.
j. Apriori: secara harafiah berarti "sejak yang pertama". Frasa ini digunakan sebagai sinonim untuk metoda penalaran Deduktif.
k. Aposteriori: secara harafiah berarti "dari yang terakhir". Frasa ini digunakan sebagai sinonim untuk metoda penalaran Induktif.
l. Berfikir: adalah berbicara dengan diri sendiri mempertimbangkan, menganalisa dan membuktikan, bertanya mengapa dan untuk apa sesuatu terjadi.
m. Judgment: adalah evaluasi mengambil keputusan.
n. Category: berhubungan dengan struktur matematika dan hubungan antar struktur tersebut secara abstrak. Saat ini kategori digunakan dalam matematika, informatika teori, dan fisika matematis.
o. Abstract: adalah suatu kumpulan entitas tak terdefinisi (Inggris: undefined terms) yang didefinisikan secara umum (atau secara universal) melalui berbagai aksioma atau postulat.
p. Pluralism: is used, often in different ways, across a wide range of topics to denote a diversity of views, and stands in opposition to one single approach or method of interpretation.
q. Material: Bahan-bahan yang di butuhkan dalam perkuliahan.
r. Formal: Resmi atau sesuai dengan yang sudah di tentukan, misalnya sekolah formal yaitu sekolah yang resmi sebagaimana yang telah di sepakati oleh peraturan yaitu memakai seragam.
s. Normative: Berdasarkan norma atau kaidah.
t. Transcend: Melebihi
u. Univocal:
v. Isomorphism: Sejenis pemetaan tertentu dari satu kumpulan ke kumpulan. Dua kumpulan yang berbeda boleh dikatakan “sama” dengan menggunakan istilah yang berlainan, yang mana kumpulan-kumpulan tersebut boleh dihubungkan dengan pemetaan tersebut. (Aljabar Modern oleh Nor Haniza Sarmin)
w. Spiritual: Secara etimologi kata “sprit” berasal dari kata Latin “spiritus”, yang diantaranya berarti “roh, jiwa, sukma, kesadaran diri, wujud tak berbadan, nafas hidup, nyawa hidup.” Dalam perkembangannya, selanjutnya kata spirit diartikan secara lebih luas lagi. Para filosuf, mengonotasian “spirit” dengan (1) kekuatan yang menganimasi dan memberi energi pada cosmos, (2) kesadaran yang berkaitan dengan kemampuan, keinginan, dan intelegensi, (3) makhluk immaterial, (4) wujud ideal akal pikiran (intelektualitas, rasionalitas, moralitas, kesucian atau keilahian).
Dilihat dari bentuknya, spirit menurut Hegel, paling tidak ada tiga tipe : subyektif, obyektif dan obsolut. Spirit subyektif berkaitan dengan kesadaran, pikiran, memori, dan kehendak individu sebagai akibat pengabstraksian diri dalam relasi sosialnya. Spirit obyektif berkaitan dengan konsep fundamental kebenaran (right, recht), baik dalam pengertian legal maupun moral. Sementara spirit obsolut yang dipandang Hegel sebagai tingkat tertinggi spirit-adalah sebagai bagian dari nilai seni, agama, dan filsafat.
Secara psikologik, spirit diartikan sebagai “soul” (ruh), suatu makhluk yang bersifat nir-bendawi (immaterial being). Spirit juga berarti makhluk adikodrati yang nir-bendawi. Karena itu dari perspektif psikologik, spiritualitas juga dikaitkan dengan berbagai realitas alam pikiran dan perasaan yang bersifat adikodrati, nir-bendawi, dan cenderung “timeless & spaceless”. Termasuk jenis spiritualitas adalah Tuhan, jin, setan, hantu, roh-halus, nilai-moral, nilai-estetik dan sebagainya. Spiritualitas agama (religious spirituality, religious spiritualness) berkenaan dengan kualitas mental (kesadaran), perasaan, moralitas, dan nilai-nilai luhur lainnya yang bersumber dari ajaran agama. Spiritualitas agama bersifat Ilahiah, bukan bersifat humanistik lantaran berasal dari Tuhan. (http://sulaiman.blogdetik.com/category/spiritual/)

Istilah-istilah di atas adalah beberapa istilah yang ada dalam pembelajaran psikologi Pak Marsigit, semoga bermanfaat bagi kita semua.

Referensi
 www.google.com
 (http://sulaiman.blogdetik.com/category/spiritual/)
 (Aljabar Modern oleh Nor Haniza Sarmin)
 (http://santridaruz.blogspot.com/2008/05/metodik-didaktik.html)

1 komentar:

Anonim mengatakan...

pusing bacanya....

gubukaziz.blogspot.com

salam blogger