Dalam pengambilan keputusan, terdapat dua macam pendekatan yaitu dengan melalui pendekatan kualitatif dan pendekatan kuantitatif. Di sini akan kita bahas mengenai pendekatan kuantitatif. Menurut Nurul Indiarti ,pendekatan kuantitatif mendasarkan keputusan pada penilaian obyektif yang didasarkan pada model matematika yang dibuat. Pada umumnya pendekatan kuantitatif pada pengambilan keputusan yang menggunakan model matematika sudah ditemukan oleh manusia sejak dahulu bisa dikatakan ribuan tahun yang lalu manusia sudah menemukan pengambilan keputusan yang menggunakan model matematika. Salah satu aplikasi matematika adalah untuk pengambilan keputusan. Sebagai contoh sederhana, bagaimana mengatur meja dan kursi sekolah dengan ukuran tertentu ke dalam sebuah ruangan kelas dengan ukuran tertentu pula.
Proses dari metode kuantitatif
Secara umum, semua metode kuantitatif akan mengkonversikan data mentah menjadi informasi yang bermanfaat untuk pengambilan keputusan dari:
RAW MATERIAL -> ANALISIS KUANTITATIF -> INFORMASI YANG BERGUNA.
(http://nurulindarti.wordpress.com/2007/06/21/metode-kuantitatif-penting-kah/)
Langkah- langkah pengambilan keputusan
Mendefinisikan Masalah. Secara sederhana, masalah merupakan perbedaan (gap) antara situasi yang diinginkan dengan kenyataan yang ada. Jika seorang mahasiswa menginginkan sesuatu misalnya IPK semester ini 3.7, tetapi hasil yang didapat hanya 3.5 atau bisa dikatakan kurang dari hasil yang di targetkan. Maka mahasiswa tersebut mengalami atau menghadapi masalah.Langkah pengambilan keputusan dilakukan untuk mengurangi atau menghilangkan perbedaan yang ada antara yang diharapkan dengan kanyataan yang terjadi.
Mengembangkan model. Model adalah representasi dari sebuah situasi nyata. Model dapat dikembangkan dalam berbagai bentuk; seperti model fisik, logika, atau matematika Sebagai contoh dari model fisik yaitu miniatur bis, miniatur mobil dsb.
Mengumpulkan data. Data yang didapat harus akurat.Data yang akurat sangat penting untuk menjamin analisis kuantitatif yang dilakukan menghasilkan seperti yang diinginkan. Sumber data untuk pengujian model bisa berupa laporan-laporan misalnya laporan-laporan suatu perusahaan tertentu yang berupa laporan keuangan,hasil wawancara obyek yang sedang diteliti,hasil sampling statistik dan pengukuran langsung di lapangan.
Membuat solusi. Solusi yang diambil dalam pendekatan kuantitatif dilakukan dengan memanipulasi model dan dengan masukan data yang dihasilkan pada langkah sebelumnya. Metode yang digunakan dalam membuat solusi yaitu seperti memecahkan persamaan (model matematika), menggunakan pendekatantrial and error dengan data masukan yang berbeda-beda untuk menghasilkan solusi ”terbaik”. Dengan menggunakan metode apapun, solusi yang dihasilkan haruslah praktis (practical) dan dapat diterapkan (implementable).
Menguji solusi. Pengujian harus dilakukan, baik pada model ataupun pada data masukan agar solusi yang dihasilkan merupakan solusi yang terbaik. Pengujian dilakukan untuk melihat akurasi (accuracy) dan kelengkapan model dan data yang digunakan dengan cara, data yang diperoleh dari berbagai sumber dapat dimasukkan ke dalam model dan hasilnya dibandingkan.
Menganalisis hasil. Analisis hasil dilakukan untuk memahami langkah-langkah yang harus dilakukan jika sebuah keputusan telah dipilih. Implikasi langkah-langkah yang dilalukan juga harus dianalisis. Dalam langkah ini analisis sensitivitas (sensitivity analysis) menjadi sangat penting. Analisis sensitivitas dilakukan dengan mengubah nilai-nilai masukan model dan melihat perbedaan apa yang terjadi pada hasil.
Mengimplementasikan hasil. Langkah implementasi ini dilakukan dengan menerapkan hasil analisis ke dalam proses-proses yang terdapat dalam perusahaan. Langkah ini adalah memonitor hasil dari penerapan solusi.
(http://nurulindarti.wordpress.com/2007/06/21/metode-kuantitatif-penting-kah/)
Referensi
www.google.com
(http://nurulindarti.wordpress.com/2007/06/21/metode-kuantitatif-penting-kah/)
Jumat, 09 Januari 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar